Nama buku : Air Mata Surga Gadis Kecil Yatim Piatu Berjuang Melawan Kanker Ganas
Pengarang : E. Rokajat Asura
Penerbit : Imania (Pustaka
Iman)
Tahun terbit : 2012
Tebal buku : 316 halaman
E. Rokajat Asura adalah penulis yang berprestasi, ia
pernah mendapat penghargaan seperti Juara III Lomba Mengarang Filateli Nasional
(1986), Juara III Menulis Drama LBSS (1989). Buku-buku karya E. Rokajat
Asura yang telah diterbitkan selain Air Mata Surga Gadis Kecil Yatim Piatu
Berjuang Melawan Kanker Ganas diantaranya yaitu, Kepada Bunga Kubicara,
Istana Angan-angan: Nyanyian Angin Untuk Nunik Sabila, Bayang-bayang Sepi,
Toenggoel, dan lainnya.
Novel ini, diawali dengan permasalahan seorang anak kecil
yang kaki kirinya harus diamputasi untuk menghambat penyebaran kanker osteosarcoma. Namun, setelah menjalani beberapa pemeriksaan, tim dokter
berkeyakinan bahwa sel kanker telah menyebar ke otak dan harus menjalani operasi.
Sebelumnya, sang gadis kecil yang
bernama Baraah ini telah menghadapi berbagai musibah yang bertubi-tubi, mulai
dari sang Ayah yang meninggal tertabrak sebuah truk di depan matanya sendiri,
saat akan menjenguk Mamanya yang terkulai lemah terserang penyakit adenocarcinoma atau
kanker perut disebuah rumah sakit. Ia bahkan bisa lolos mewakili provinsi untuk
musabaqah hifzil Qur’an di tengah tragedi kematian baba dan mamanya.
Dalam novel ini, juga terdapat
beberapa kata-kata yang menggunakan bahasa Arab, namun pembaca tidak perlu
khawatir karena penulis menyediakan makna atau arti dari kata-kata itu. Seperti
dalam kutipan “Bantu Mama menyiapkan shay3 untuk Baba ya!”
ajak Mama. Yang dimaksud dengan garis bercetak tebak dan miring itu adalah teh
manis khas Mesir. (hal 28)
Cerita berjalan dengan alur maju mundur. Cerita sangat menarik, apalagi
ketika Baraah selaku tokoh mampu menyihir pembaca dengan decak kagum akan
kesabaran dan ketabahannya dalam menghadapi musibah dalam hidupnya. Bahkan ia
tetap menjalankan amanat sang mama yang memintanya untuk terus membaca dan menghafalkan
ayat-ayat Al-Qur’an setiap hari. Namun, kemampuan penulis memaparkan plot/alur
kurang tepat sehingga dapat membuat para pembaca menjadi bingung dengan jalan
ceritanya.
Gaya bahasa yang disampaikan oleh penulis mudah dipahami pembaca, selain
terdapat glosariumnya, novel ini juga menggunakan bahasa yang sering digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.
Novel ini mempunyai amanat yang bagus. Adapun amanat yang terdapat di dalam
novel ini diantaranya kita harus berbakti kepada orangtua, kita harus tetap
sabar dalam menghadapi masalah, dan tetap menjalankan perintah Allah SWT.
Novel ini mampu membuat pembaca
merasa ikut dalam ceritanya. Konflik yang bagus serta banyak mengajarkan
tentang keagamaan, arti kehidupan dan perjuangan sebagai seorang muslim dalam
menjalankan perintah Allah mampu menjadi motivasi bagi kaum muslim untuk tetap
menjaga keutuhan Al-Qur’an dalam kehidupan yang sudah serba modern seperti
sekarang ini . Dan novel ini cocok untuk dibaca semua kalangan masyarakat baik
anak-anak, remaja dan orangtua.


0 komentar:
Posting Komentar